Results for Birokrasi

Ketika Sholawat Menjadi Seruan untuk Pemuda Kuningan

Penulis Mulyono, Pemred Lintas Nasional 



KUNINGAN —  Lintas

Lantunan sholawat memenuhi Gedung Pemuda Kuningan, Sabtu (12/9/2026). Di tengah suasana Maulid Nabi Muhammad SAW, ada pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar mengenang kelahiran seorang Rasul.

Pesan itu ditujukan kepada mereka yang hari ini memegang energi perubahan: para pemuda.

Melalui acara ‘KNPI Bersholawat’, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kuningan tidak hanya mengajak generasi muda bersholawat. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengingatkan bahwa kemajuan tanpa akhlak dapat kehilangan arah.

Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani menyampaikan pesan itu dengan tegas. Menurutnya, Maulid Nabi tidak semestinya berhenti sebagai ritual tahunan yang selesai ketika acara berakhir.

Keteladanan Rasulullah SAW, kata dia, harus diterjemahkan menjadi sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

“Pemuda hari ini bukan hanya penerus pembangunan, tetapi penentu wajah Kabupaten Kuningan di masa yang akan datang,” kata Wabup Tuti.

Kalimat itu menyimpan tantangan besar. Sebab, masa depan Kuningan bukan semata-mata persoalan siapa yang akan meneruskan pembangunan, melainkan karakter seperti apa yang akan dibawa oleh generasi penerusnya.

Di tengah derasnya arus teknologi informasi, pemuda memang dituntut bergerak cepat. Dunia berubah, informasi berlari tanpa batas, dan teknologi membuka peluang yang semakin luas.

Tetapi ada sesuatu yang tidak boleh ikut hanyut: jati diri.

Tuti mengingatkan agar kemampuan menguasai teknologi tidak membuat generasi muda kehilangan budi pekerti dan nilai-nilai ketimuran yang menjadi bagian dari karakter masyarakat.

“Boleh maju dalam teknologi, tetapi tetap kuat dalam akhlak. Boleh memiliki cita-cita setinggi langit, tetapi tetap rendah hati. Boleh berbeda pilihan dan pandangan, tetapi jangan sampai kehilangan persaudaraan,” ujarnya.

Pesan itu terasa penting di tengah zaman ketika perbedaan pandangan begitu mudah berubah menjadi pertentangan. Ketika ruang digital memungkinkan siapa saja berbicara, tetapi tidak selalu membuat orang belajar mendengar.

Di situlah nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW menemukan relevansinya.

Pemuda tidak cukup hanya cerdas menggunakan teknologi. Mereka juga dituntut mampu menggunakannya dengan tanggung jawab. Tidak cukup memiliki keberanian menyampaikan pendapat, tetapi juga harus memiliki kedewasaan untuk menghormati perbedaan.

Dan tidak cukup mengejar keberhasilan pribadi, ketika di sekelilingnya masih banyak persoalan masyarakat yang membutuhkan kepedulian.

Pemerintah Kabupaten Kuningan, menurut Tuti, menaruh harapan besar terhadap kekuatan pemuda dalam agenda pembangunan daerah ‘Kuningan Melesat’.

Harapan itu bukan agar organisasi kepemudaan sekadar ramai dalam kegiatan, rapat, atau rutinitas administratif.

Lebih dari itu, KNPI dan organisasi kepemudaan lainnya ditantang untuk melahirkan gagasan yang hidup, karya yang terasa, dan aksi yang benar-benar menyentuh masyarakat.

“Pemuda harus hadir dengan gagasan, karya, dan aksi nyata. Jangan hanya menjadi penonton perubahan, jadilah pelaku perubahan,” tutur Wabup Tuti.

Pada akhirnya, ‘KNPI Bersholawat’ bukan hanya tentang suara sholawat yang menggema di Gedung Pemuda Kuningan.

Ia menjadi semacam pengingat bahwa pembangunan sebuah daerah tidak hanya membutuhkan jalan yang baik, gedung yang megah, atau teknologi yang semakin maju.

Pembangunan juga membutuhkan manusia yang memiliki integritas. Dan di tangan para pemuda, pertaruhan itu berada. Sebab mereka bukan sekadar generasi yang akan menyaksikan ke mana Kuningan bergerak.

Mereka adalah generasi yang akan menentukan ke mana Kuningan dibawa.

Pengurus Koni Periode 2025-2029 Resmi Dilantik

 

Pelantikan Pengurus Koni Kuningan Periode 2025-2029

Kuningan-FAKTA BIROKRASI


Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kuningan masa bakti 2025–2029 resmi dilantik di Pendopo Kabupaten Kuningan, Selasa (2/9/2025), yang dilakukan oleh Ketua Umum KONI Jawa Barat, Prof. Dr. H. Budiana, S.IP., M.Si.

Acara pelantikan disaksikan langsung oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Wakil Bupati Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., Ketua DPRD H. Nuzul Rachdy, Forkopimda, para kepala OPD, pengurus KONI Jawa Barat, perwakilan KONI Ciayumajakuning, serta para ketua cabang olahraga.

Pelantikan ini merujuk pada surat undangan bernomor 020/KONI-KNG/VIII/2025 tertanggal 27 Agustus 2025 yang ditandatangani Ketua KONI Kuningan, H. Trias Andriana. Susunan kepengurusan resmi ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum KONI Jawa Barat Nomor 03 Tahun 2025 yang diterbitkan di Bandung pada 13 Agustus 2025.

Susunan Pengurus KONI Kuningan 2025–2029, Kepengurusan baru dipimpin oleh H. Trias Andriana sebagai Ketua Umum, dengan formasi inti : Ketua Harian: Toto Suripto, Wakil Ketua I: H. Aan Suganda, Wakil Ketua II: Boby Agustan, Wakil Ketua III: Solehudin

Sekretaris Umum: Asep Z. Fauzi, didampingi Adang Romadona (Wakil Sekretaris), dan Bendahara Umum: H. Dodo Warda, dibantu Lena Herlina dan Yohan Hendryono (Wakil Bendahara)

Badan Audit Internal dipimpin H. Deden Kurniawan (Kepala BPKAD) dengan anggota H. Ahmad Juber (Inspektur) dan Arief Komara.

Selain itu, kepengurusan juga diperkuat sejumlah bidang, di antaranya, Bidang Organisasi & Kelembagaan: Surya (Kepala SMPN 1 Lebakwangi), bersama Udin Khaerudin, H. Supriadi, dan M. Dzikri Caesar R.

Bidang Hukum & Advokasi: Dadan Somantri, dengan Ondin Sutarman, Agus Hermanto, dan Yayan Yanto.

Bidang Pembinaan Prestasi: Mukhlis Aminudin, bersama H. Dede Admiral, Yan Sanjaya, dan Pepen Apendi.

Bidang Pendidikan & Latihan: Yaya (Anggota DPRD Fraksi PKS), bersama Hendrayana, Deni Solehudin, dan Tita Herawati.

Bidang Penelitian & Sport Science: Ramdhani Rahman, dengan Wibawa Gumbira, Dedi Iskandar, dan Heni E. Sulastri.

Bidang Dana & Usaha: Ilham Ramdhani, dengan Yan Fitriyana Husen, Ferry Haryanto Wurangian, dan Maksum Madrohim.

Bidang Humas & Kerjasama Antar Daerah: Abdul Jalill Hermawan, dengan Dede Awaludin, Yusep Kushendar, dan Nana Suhendra.

Bidang Umum, Sarana & Prasarana: Dede Susanto, dengan N. Ding Masku, Anggi Alamsyah, dan Rival Miftah Romadon.

Bidang Kesehatan: H. Edi Martono (Kepala Dinkes), dengan Agah Nugraha, Clavi Hanum Pratama Dardum, Hendi Mulyadi, dan H. Lili Darul Padli.

Ketua KONI Jawa Barat, Prof. Budiana, menegaskan bahwa KONI hadir sebagai mitra pemerintah dalam membina olahraga.

“Kami berharap KONI Kuningan bisa menjaga atlet-atletnya dan membangun pembinaan yang baik demi kejayaan olahraga daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., memberikan selamat kepada jajaran pengurus baru. Ia menekankan bahwa KONI memiliki tugas besar bukan hanya mengurus organisasi, tetapi juga masa depan Kuningan melalui pembinaan atlet.

Melalui kepengurusan baru ini, KONI Kuningan diharapkan mampu melahirkan prestasi-prestasi terbaik sekaligus menjadi lokomotif pembangunan olahraga daerah.


****

 



 

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.