![]() |
| Nuzul Rahcdi Karir Politiknya Tak Pernah Redup |
Kuningan-Lintas Jabar
Dia memang dikenal banyak orang. Karirnya di dunia politik tak pernah meredup, bak matahari yang tak pernah tenggelam.
Siapa yang tak tahu namanya? Dia adalah Nuzul Rachdy, aktifis PDIP yang sudah lama malang melintang dan tak pernah redup.
Sikapnya memang terlihat dingin. Jarang sekali terlihat tersenyum. Tapi dari sanalah justru dia menajaga wibawanya.
Nuzul Rachdy kembali terpilih sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan periode 2024-2029 dalam Konferensi Cabang (Konfercab) di Tasikmalaya pada Desember 2025. Targetnya merebut kembali kursi Bupati Kuningan di 2029.
Dia sempat mengkritik keras isu mutasi pejabat Pemkab Kuningan yang dinilainya kental politik 'balas budi'.
Baru-baru ini Nuzul menerima penghargaan 'Asia Best Innovative Leader of Indonesia 2025' pada Oktober 2025.
Berikut fakta tentang Nuzul Rahcdi:
1. Ketua DPC PDIP Kuningan: Nuzul Rachdy memimpin kembali PDIP Kuningan, dengan M. Ridho Suganda sebagai Bendahara, untuk menghadapi pemilu 2029.
2. Kritik Mutasi Pejabat: Pada Januari 2026, ia mengkritik keras pelaksanaan mutasi pejabat Pemkab Kuningan, menyoroti potensi nepotisme dan 'balas budi' yang tidak profesional.
3. Target Politik: Menargetkan kemenangan legislatif pada 2029 dan merebut kembali kursi bupati.
4. Penghargaan: Menerima penghargaan bergengsi sebagai pemimpin inovatif dari Asia.
5. Ketua DPRD Kuningan: Masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kuningan.
6. Isu Kontroversial: Pernah menjadi sorotan karena diksi yang salah saat menyebut ponpes sebagai 'limbah' pada 2020, dan perselisihan terkait pesan media sosial di 2021.
Secara keseluruhan, Nuzul Rachdy tetap menjadi figur sentral di politik Kuningan, baik sebagai pemimpin partai maupun ketua DPRD, dengan fokus pada persiapan politik ke depan dan isu-isu pemerintahan lokal.
(Mulyono)




Tidak ada komentar: