Results for Agama

Kursi Ketua BAZNAS Jadi Rebutan, 20 Calon Dinyatakan Lulus Seleksi

 


Kuningan-Lintas Jabar

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) adalah sebuah lembaga yang mengurusi zakat. Lembaga keagamaan ini ternyata punya daya tarik tinggi bagi sebagian kalangan untuk duduk sebagi pimpinan.

Untuk periode 2026-2030 tim seleksi Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan resmi mengumumkan hasil Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Periode 2026-2031. 

Pengumuman tersebut tertuang dalam Berita Acara Nomor: 004/TIMSEL.BAZNAS/KNG/2026 tertanggal 31 Januari 2026

Yang menarik daya tarik menjadi pimpinan Badan Amil Zakat Nasional ternyata tidak kalah peminatnya, jika dibandingkan peminat pimpinan BUMD.

Seperti dilihat dari hasil verifikasi kelengkapan dan kesesuaian dokumen persyaratan, ada sebanyak 20 peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan seleksi selanjutnya.

Bahkan peserta yang lolos administrasi didominasi oleh calon pimpinan dengan latar belakang pendidikan tinggi. Dari total 20 peserta tersebut, 3 orang bergelar Doktor (S3), 11 orang Magister (S2), 5 orang Sarjana (S1), serta 1 orang berlatar pendidikan SMA/SMK. 

Menurut Ketua Tim Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan, H. Toni Kusumanto, AP., M.Si., hasil seleksi administrasi menunjukkan tingginya antusiasme sekaligus mutu para pendaftar.

“Ini menjadi modal penting untuk memperoleh pimpinan BAZNAS yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan pengelolaan zakat ke depan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (2/1/2026).

Peserta yang dinyatakan lolos administrasi, lanjutnya,akan mengikuti tiga tahapan seleksi, yakni Seleksi Kompetensi Dasar (CAT), Penulisan Makalah, dan Wawancara.

Seleksi Kompetensi Dasar dan Penulisan Makalah dijadwalkan pada Rabu, 4 Februari 2026, bertempat di Kampus 2 Universitas Kuningan (UNIKU), Fakultas Ilmu Komputer. 

“Adapun tahapan wawancara akan dilaksanakan pada Sabtu-Minggu, 7-8 Februari 2026, di Ruang Rapat Sang Adipati Lantai 2, Setda Kabupaten Kuningan,” jelasnya.

Toni mengatakan, dalam Seleksi Kompetensi Dasar, peserta akan diuji menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) dengan materi meliputi fikih zakat, kebijakan pengelolaan zakat, serta wawasan kebangsaan dan moderasi beragama. 

“Selain itu, peserta juga diwajibkan menyusun makalah yang berisi analisis permasalahan dan gagasan inovatif terkait pengelolaan zakat di Kabupaten Kuningan, yang akan menjadi bahan pendalaman pada tahap wawancara,” katanya.


(Mulyono)

Anggota DPRD Hj. Siti Mahmudah Rutin Gelar Pengajian Di Kediamannya


Oleh : Mulyono Pemred Lintas Jabar

Anggota DPRD Kuningan Hj. Siti Mahmudah rutin adakan pengajian di kediamannya, di Dusun Kliwon, Désa Maniis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupatén Kuningan. Selain untuk Tolabul ilmi, tujuan dari kegitan tersebut adalah untuk mempererat tali silaturahmi dengan warga.

Dalam kegiatan yang rutin diadakan seetiap pukul 7.00 sampai dengan pukul 9.00 itu dihadiri oleh oleh para jemaah yang terdiri dari ibu ibu dan bapak bapak serta ikut hadir pula Mulyono, selaku Pemred Lintas Jabar.

Dalam sambutannya, Ustadz Imam, yang merupakan suami H. Siti mengatakan, mencari ilmu atau Tolabul ilmi hukumnya wajib. Tak ada keterlambatan dalam menuntut ilmu.

Dia merasa bangga bahwa di Desa Manis Kidul acara rutin setiap hari Tolabul ilmi. Jumlah majelis taklim ada 36, yang setiap harinya selalu dipadati oleh para jemaah.

“Bagi siapapun yang hendak belajar Alquran dipersilahkan. Tidak ada pungutan biaya,” kata Ustadz Imam.

Kegiatan Tolabul ilmi terasa lebih lengkap dengan adanya marhaban dan sholawat Nabi, yang dipimpin oleh ibu ibu jemaah blok kliwon Desa Manis Kidul

“Saya terima kasih pada jemaah yang hadir dan rutin. Terima kasih juga kepada ketua mesjid Al- Hidayah H.Darkun serta pembawa Acara ustaz sapei,” papar ustaz Darkun, spd, ketika diwawancarai langsung Mulyono, Pemimpin Redaksi lintas Jabar. 

Dilatarbelakangi Ramainya Di Media Trans 7, 2rb Santri Lakukan Istighosah Di Halaman Gedung DPRD Kuningan

 


Kuningan-LINTAS JABAR

Dalam rangka memperingati Hari Santri, sekitar 2.000 santri dari berbagai pesantren di penjuru Kuningan melakukan istigosah di halaman Kantor DPRD Kuningan, Senin, 20 Oktober 2025. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperingati Hari Santri dan menyampaikan aspirasi dengan cara yang damai

Koordinator lapangan Uus Syihabuddin, menjelaskan kegiatan ini mengusung konsep istighosah dan damai yang memang dilatar belakangi yang sedang ramai di media Trans7 tentang Pondok Pesantren.

“Kegiatan ini dalam rangka memperingati hari santri serta menyampaikan aspirasi sesuai dengan kondisi terkini yang ramai di media Trans7 tapi disampaikan dengan cara Istighosah dan damai,” ungkapnya, seperti dikutip dari Kuningan Mass

Uus menjelaskan meskipun jumlah santri yang hadir mencapai 2.000 orang, mereka sebenarnya telah menyiapkan santri sebangak 20.000 orang, namun tidak diizinkan karena situasi, kondisi dan tempatnya tidak memungkinkan.

“Santri yang hadir kira-kira sampai 2000 orang dari 12 pondok pesantren, dikarenakan memang tempatnya yang tidak memungkinkan sebenarnya kita sudah siapkan 20.000 orang tapi tidak diizinkan menyesuaikan dengan tempatnya,” tambahnya.

Uus menjelaskan meskipun jumlah santri yang hadir mencapai 2.000 orang, mereka sebenarnya telah menyiapkan santri sebangak 20.000 orang, namun tidak diizinkan karena situasi, kondisi dan tempatnya tidak memungkinkan.

“Santri yang hadir kira-kira sampai 2000 orang dari 12 pondok pesantren, dikarenakan memang tempatnya yang tidak memungkinkan sebenarnya kita sudah siapkan 20.000 orang tapi tidak diizinkan menyesuaikan dengan tempatnya,” tambahnya.

Kegiatan Istighosah ini diisi dengan doa bersama, agar para santri dan masyarakat Kuningan senantiasa diberikan keberkahan dan keselamatan. Selama istighosah suasana penuh khidmat kala mereka berkumpul dalam satu barisan, melantunkan doa dan orasinya.

Uus juga menekankan pentingnya menjaga harmoni dalam pemberitaan tentang pesantren. Ia menambahkan pemberitaan yang tepat dan akurat sangat penting untuk menjaga kondusifitas.

“Media yang di Kuningan untuk bisa menjaga bersama-sama kondusifitas kalau memang membuat berita tentang pesantren harus bisa mendalami supaya tidak terjadi pemberitaan yang tidak sesuai, pungkasnya. 

(Mulyono)

Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, Buka MUNAS Amtsilatik ke-XI

 

Wakil Bupati Kuningan Saat Buka Acara MUNAS

Kuningan - Lintas Jabar

Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani menghadiri sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Nasional (MUNAS) Amtsilatik ke-XI yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Ilmi, Desa Ciomas, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, pada minggu (19/10/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati didampingi oleh Asisten Daerah (Asda) I Setda Kabupaten Kuningan serta Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Hadir pula jajaran Forkopimcam Kecamatan Ciawigebang, pimpinan pondok pesantren, para ustaz, santri, serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan yang dihadiri oleh para santri, pengasuh pondok pesantren, dan perwakilan Amtsilatik dari berbagai daerah ini menjadi ajang silaturahmi serta forum strategis untuk memperkuat peran santri dalam dunia pendidikan dan dakwah berbasis pesantren.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ilmi mengucapkan terimakasih banyak atas kedatangan amih Tuti beserta rombongan dalam Musyawarah Nasional (MUNAS) Amtsilatik ke-XI. Koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Kuningan dengan pesantren diwilayah Kuningan sangatlah penting. Kami mengharapkan dukungan penuh Pemerintah Daerah dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar dan mendidik para santri. Insyaallah kami siap membentuk karakter santi-santri kami dan bisa membanggakan Kabupaten Kuningan.

Sementara itu Wakil Bupati Kuningan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran pengurus Amtsilatik dan Pondok Pesantren Nurul Ilmi atas terselenggaranya kegiatan berskala nasional tersebut. Ia berharap, melalui MUNAS ini, para peserta dapat memperkuat jaringan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperkokoh nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di lingkungan pesantren.

Kegiatan MUNAS Amtsilatik ke-XI ini diharapkan menjadi ajang penguatan organisasi, peningkatan kompetensi anggota, serta mempererat ukhuwah antar pesantren di seluruh Indonesia

(Mulyono)

Peringati Maulid Nabi, Warga Blok Wage Desa Manis Kidul Gelar Tablig Akbar

Para Tamu Undangan Yang Hadir Pada Acara Tablig Akbar (Photo : Mulyono)

Kuningan-Fakta Birokrasi

Warga Blok Wage, Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, menggelar Tablig Akbar dengan mengundang Ustad Nanang Kosim, Da’i Kondang dari Bandung. 

Acara tersebut digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Acara ini juga merupakan rangkaian dari beberapa kegiatan, antara lain Santunan bagi anak anak yatim, Salawatan ibu ibu yang diketuai oleh Ibu Eti, SPd. 

Selain itu ada juga kegiatan Marawis anak anak muda blok Wage, serta Marhaban oleh Tim Ustad Diding, Ustad H. Hiji, Ustad Udin, serta Trio CS.

Ketua MUI Desa Manis Kidul Ustad Apip hadir memberikan sambutan. Intinya, beliau mengajak seluruh yang hadir khususnya, kaum muslimin umumnya, agar menteladani akhlak Rasulullah SAW.

“Rasulullah adalah figur ahlaqul Karimah, sebagai satu satunya contoh hidup yang harus kita teladani,” katanya.

Adapun tokoh-tokoh undangan yang hadir diantaranya, ketua Mesjid Alhidayah H.Darkun spd, H. Nono sudana imam besar mesjid alhidayah, Ketua DPRD , Kuningan NuzulRahdi, SE, Ketua PDAM ARYAKEMUNiNG Tokoh tokoh Masyarakat lainnya. sedangkan Jemaah yang hadir lebih dari 1000 tamu undangan.

Dalam ceramahnya, Ustad Nanang Kosim, mebahas apa Arti 240 Taun milangkala, yaitu meladani ahlak Nabi Muhamad SAW. Melaksanakan sunah sunannya, dan menjadikan Alqiranul Karim sebagai pedoman hidup umat muslim.

Para jemaah begitu antusias mendengarkan ceramahnya. Terbukti sampai jam11.30 mereka tetap semangat.

(Mulyano)

 



 

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.