Results for Agama

Tabligh Akbar dan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Karya Bhakti 02 Jadi Momentum Mempererat Ukhuwah Warga

 Penulis Mulyono, Pemred Lintas Nasional 



KUNINGAN – Lintas Nasional

Semangat kebersamaan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW terasa begitu kuat di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan. Warga dari berbagai kalangan berbondong-bondong menghadiri Tabligh Akbar sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diselenggarakan oleh Karya Bhakti 02.

Bukan sekadar menghadiri sebuah agenda keagamaan, masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk berkumpul, mempererat silaturahmi, sekaligus kembali menghidupkan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana penuh antusiasme terlihat sejak kegiatan dimulai. Kehadiran warga yang memadati lokasi acara menunjukkan bahwa semangat memperingati kelahiran Rasulullah SAW masih tumbuh kuat di tengah kehidupan masyarakat Desa Manis Kidul.

Di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari, Tabligh Akbar ini menjadi kesempatan bagi warga untuk sejenak mendekatkan diri kepada nilai-nilai agama. Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan diharapkan tidak berhenti sebagai nasihat di tempat acara, tetapi mampu menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan sosial yang lebih rukun, kompak, dan penuh keberkahan.


Maulid Nabi, Merawat Persaudaraan Warga

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar Karya Bhakti 02 membawa pesan lebih luas daripada sekadar mengenang hari kelahiran Rasulullah SAW.

Momentum ini menjadi pengingat tentang perjuangan, akhlak mulia, dan keteladanan Nabi Muhammad SAW yang patut diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Semangat tersebut terasa melalui kebersamaan warga yang hadir. Silaturahmi, persaudaraan, dan kepedulian sosial menjadi nilai penting yang diharapkan terus tumbuh setelah kegiatan berakhir.

Bagi masyarakat Manis Kidul, kegiatan keagamaan seperti ini memiliki arti penting dalam menjaga kekompakan. Sebab, kehidupan masyarakat yang religius tidak hanya dibangun melalui ibadah, tetapi juga melalui hubungan baik antarsesama, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Karya Bhakti 02 berharap kegiatan Tabligh Akbar dan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dapat terus memberikan kontribusi positif bagi kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat Desa Manis Kidul.

“Dengan semangat Maulid Nabi, mari kita teladani akhlak Rasulullah SAW dan bersama-sama membangun masyarakat yang semakin rukun, kompak, dan penuh keberkahan.”


Pemerintah Desa Apresiasi Antusiasme Masyarakat

Di pihak lain, Pemerintah Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Tabligh Akbar sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.

Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat dan diikuti antusias oleh masyarakat tersebut dinilai memiliki nilai positif dalam memperkuat silaturahmi, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta membangun kebersamaan warga.

Perangkat Desa Manis Kidul, Juhana, mengatakan bahwa pemerintah desa sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan keagamaan yang diselenggarakan Karya Bhakti 02 tersebut.

Menurutnya, kegiatan seperti Tabligh Akbar dan Maulid Nabi bukan hanya menjadi agenda peringatan keagamaan, tetapi juga memiliki peran dalam membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

“Kami dari Pemerintah Desa Manis Kidul sangat mengapresiasi dan mendukung terselenggaranya Tabligh Akbar sekaligus peringatan Maulid Nabi 1448 H ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW,” ujar Juhana.


Kepala Desa: Jangan Berhenti pada Seremonial

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Desa Manis Kidul. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh warga yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi sarana untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan Tabligh Akbar dan Maulid Nabi 1448 H ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga momentum ini semakin mempererat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Desa Manis Kidul, serta kita semua dapat meneladani akhlak Rasulullah SAW,” ungkap Kepala Desa Manis Kidul.

Pemerintah Desa Manis Kidul berharap kegiatan keagamaan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang religius, rukun, dan penuh semangat kebersamaan.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, masyarakat diharapkan semakin meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta mengamalkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebab, semangat Maulid Nabi bukan hanya tentang bagaimana sebuah peringatan dilaksanakan, melainkan bagaimana kecintaan kepada Rasulullah SAW mampu diterjemahkan menjadi akhlak, persaudaraan, dan kepedulian yang terus hidup di tengah masyarakat Desa Manis Kidul.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Hidayah Manis Kidul, Jamaah Antusias Hadiri Acara



Kuningan - Lintas 

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Masjid Al-Hidayah, Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, menggelar kegiatan keagamaan dengan tema “Suri Tauladan Nabi Muhammad SAW”. Acara tersebut menghadirkan penceramah Ustaz KH. Mamat Rahmatullah, S.Sos., Penyuluh Agama KUA Kecamatan Pancalang.

Masjid Al-Hidayah dipadati jamaah bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DKM Masjid Al-Hidayah H. Darkun, S.Pd., Sekretaris DKM Drs. Engkus Kusnadi, serta Imam Besar Masjid Al-Hidayah H. Nono Sudana.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Manis Kidul menyampaikan bahwa Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk selalu mengingat dan mengenang suri tauladan Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi setiap tahun juga menjadi bagian dari upaya mempererat kebersamaan dan persatuan masyarakat.

“Maulid Nabi Besar SAW, suri tauladan Nabi Besar Muhammad SAW, selalu diingat dan dikenang oleh umat Islam. Setiap tahunnya selalu dirayakan dan diperingati. Inilah kebersamaan dan kesatuan, tetap kompak dan bersatu di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana,” ungkapnya.

Sejumlah tokoh dan pimpinan pondok pesantren turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya pimpinan Ponpes Khusnul Hotimah dan Al-Mutazam, H. Maman Kurman, SH., H. Asep, dan H. Imam. Hadir pula Ustaz Zaenal Aripin, penceramah dari Desa Lengkong, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Selain itu, tampak hadir para ibu ustazah, di antaranya Ustazah Atun, Ustazah Encum, Ustazah Imun, dan Ustazah Titin, bersama jamaah lainnya.

Suasana semakin semarak ketika tim kasidah ibu-ibu menggema dengan lantunan salawat Nabi Muhammad SAW dan marhabanan yang diiringi musik kasidah. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ibu Eti, S.Pd.

Sebelum acara dibuka, kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang disampaikan oleh Ustazah Ibu Titin dari Blok Kliwon, Desa Manis Kidul.

Dalam ceramahnya, KH. Mamat Rahmatullah, S.Sos., menyampaikan bahwa banyak sekali suri tauladan Nabi Muhammad SAW yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya menerapkan akhlakul karimah, melakukan perbuatan terpuji, tekun beribadah, menjadi pribadi yang dermawan, serta menjaga kebersihan hati dan perbuatan.

Terlebih di zaman modern dan perkembangan teknologi saat ini, menurutnya masyarakat perlu menjaga diri dari krisis moral dan krisis akhlak. Salah satu caranya adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, antara lain dengan membaca Al-Qur’an dan hadis, menjaga salat tepat waktu, serta menjaga akhlak dari perbuatan keji dan mungkar.

“Banyak sekali suri tauladan Nabi Muhammad SAW yang harus kita amalkan dalam sehari-hari, seperti akhlakul karimah yang baik, perbuatan yang terpuji, tekun dalam ibadah, dermawan, dan memiliki hati yang bersih. Apalagi di zaman modern ini, zaman teknologi, ada krisis moral dan krisis akhlak. Agar kita bisa menjaganya, hendaknya mendekatkan diri kepada Illahi Robbi, seperti membaca Al-Qur’an dan hadis, menjaga salat tepat waktu, serta menjaga akhlak kita dari perbuatan keji dan mungkar,” paparnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Hidayah tersebut menjadi momentum bagi masyarakat Desa Manis Kidul untuk mempererat silaturahmi, menjaga kebersamaan, serta meneladani akhlak dan kehidupan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

(Mulyono)

Tolabul Ilmi di Desa Manis Kidul Rutin Digelar, Diikuti Ratusan Jemaah

 


KUNINGAN — Lintas Nasional 

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan tolabul ilmi rutin digelar di Majelis Taklim Baeturohim, Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan. Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung tertib dan lancar serta mendapat antusiasme dari masyarakat.

Di Desa Manis Kidul sendiri terdapat sekitar 38 majelis taklim yang tersebar di masjid, musala, maupun lingkungan perumahan. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin setiap hari dan diikuti oleh jemaah laki-laki maupun perempuan sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Selain kegiatan pengajian, para jemaah juga rutin melaksanakan yasinan dan salawatan. Melalui kegiatan tolabul ilmi, masyarakat diharapkan terus mendapatkan siraman rohani serta memperdalam pengetahuan mengenai Al-Qur'an dan hadis.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan baru-baru ini, tausiah disampaikan oleh Ustaz H. Cecep dari Pengadaran. Dalam ceramahnya, ia menyampaikan bahwa menuntut ilmu merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan.

Menurutnya, kehidupan harus senantiasa diisi dengan ilmu dan siraman rohani agar umat tetap istiqamah dalam menjalankan ajaran agama. Dengan memahami Al-Qur'an, hadis, serta hukum-hukum agama, diharapkan ibadah, khususnya salat, dapat dilaksanakan dengan lebih sempurna dan khusyuk.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 70 jemaah laki-laki dan sekitar 200 jemaah perempuan. Hadir pula sejumlah jemaah dari Cikaso dan Desa Cibentang.

Sejumlah tokoh agama dan masyarakat turut hadir, di antaranya H. Nono Sudana selaku Imam Besar Masjid Al-Hidayah Manis Kidul, H. Darkun, S.Pd. selaku Ketua DKM, H. Ustaz Anas, Ustaz Rachmat Bahaki, Ustaz Suwarno, serta H. Dr. Elon Carlan selaku tuan rumah pengganti almarhum Drs. Edi Ependi, warga Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana.

H. Dr. Elon Carlan berharap kegiatan tolabul ilmi dapat terus dilaksanakan secara rutin. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu membawa kebersihan hati sekaligus menjadi sarana berbagi ilmu kepada generasi penerus.

“Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan ilmu yang diperoleh bisa diwariskan kepada anak cucu kelak, sehingga menjadi suri teladan yang baik dan benar sesuai dengan ajaran Al-Qur'an dan hadis,” ungkapnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan asrakalan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyambut peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan.


(Mulyono)

Kursi Ketua BAZNAS Jadi Rebutan, 20 Calon Dinyatakan Lulus Seleksi

 


Kuningan-Lintas Jabar

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) adalah sebuah lembaga yang mengurusi zakat. Lembaga keagamaan ini ternyata punya daya tarik tinggi bagi sebagian kalangan untuk duduk sebagi pimpinan.

Untuk periode 2026-2030 tim seleksi Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan resmi mengumumkan hasil Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Periode 2026-2031. 

Pengumuman tersebut tertuang dalam Berita Acara Nomor: 004/TIMSEL.BAZNAS/KNG/2026 tertanggal 31 Januari 2026

Yang menarik daya tarik menjadi pimpinan Badan Amil Zakat Nasional ternyata tidak kalah peminatnya, jika dibandingkan peminat pimpinan BUMD.

Seperti dilihat dari hasil verifikasi kelengkapan dan kesesuaian dokumen persyaratan, ada sebanyak 20 peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan seleksi selanjutnya.

Bahkan peserta yang lolos administrasi didominasi oleh calon pimpinan dengan latar belakang pendidikan tinggi. Dari total 20 peserta tersebut, 3 orang bergelar Doktor (S3), 11 orang Magister (S2), 5 orang Sarjana (S1), serta 1 orang berlatar pendidikan SMA/SMK. 

Menurut Ketua Tim Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan, H. Toni Kusumanto, AP., M.Si., hasil seleksi administrasi menunjukkan tingginya antusiasme sekaligus mutu para pendaftar.

“Ini menjadi modal penting untuk memperoleh pimpinan BAZNAS yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan pengelolaan zakat ke depan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (2/1/2026).

Peserta yang dinyatakan lolos administrasi, lanjutnya,akan mengikuti tiga tahapan seleksi, yakni Seleksi Kompetensi Dasar (CAT), Penulisan Makalah, dan Wawancara.

Seleksi Kompetensi Dasar dan Penulisan Makalah dijadwalkan pada Rabu, 4 Februari 2026, bertempat di Kampus 2 Universitas Kuningan (UNIKU), Fakultas Ilmu Komputer. 

“Adapun tahapan wawancara akan dilaksanakan pada Sabtu-Minggu, 7-8 Februari 2026, di Ruang Rapat Sang Adipati Lantai 2, Setda Kabupaten Kuningan,” jelasnya.

Toni mengatakan, dalam Seleksi Kompetensi Dasar, peserta akan diuji menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) dengan materi meliputi fikih zakat, kebijakan pengelolaan zakat, serta wawasan kebangsaan dan moderasi beragama. 

“Selain itu, peserta juga diwajibkan menyusun makalah yang berisi analisis permasalahan dan gagasan inovatif terkait pengelolaan zakat di Kabupaten Kuningan, yang akan menjadi bahan pendalaman pada tahap wawancara,” katanya.


(Mulyono)

Anggota DPRD Hj. Siti Mahmudah Rutin Gelar Pengajian Di Kediamannya


Oleh : Mulyono Pemred Lintas Jabar

Anggota DPRD Kuningan Hj. Siti Mahmudah rutin adakan pengajian di kediamannya, di Dusun Kliwon, Désa Maniis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupatén Kuningan. Selain untuk Tolabul ilmi, tujuan dari kegitan tersebut adalah untuk mempererat tali silaturahmi dengan warga.

Dalam kegiatan yang rutin diadakan seetiap pukul 7.00 sampai dengan pukul 9.00 itu dihadiri oleh oleh para jemaah yang terdiri dari ibu ibu dan bapak bapak serta ikut hadir pula Mulyono, selaku Pemred Lintas Jabar.

Dalam sambutannya, Ustadz Imam, yang merupakan suami H. Siti mengatakan, mencari ilmu atau Tolabul ilmi hukumnya wajib. Tak ada keterlambatan dalam menuntut ilmu.

Dia merasa bangga bahwa di Desa Manis Kidul acara rutin setiap hari Tolabul ilmi. Jumlah majelis taklim ada 36, yang setiap harinya selalu dipadati oleh para jemaah.

“Bagi siapapun yang hendak belajar Alquran dipersilahkan. Tidak ada pungutan biaya,” kata Ustadz Imam.

Kegiatan Tolabul ilmi terasa lebih lengkap dengan adanya marhaban dan sholawat Nabi, yang dipimpin oleh ibu ibu jemaah blok kliwon Desa Manis Kidul

“Saya terima kasih pada jemaah yang hadir dan rutin. Terima kasih juga kepada ketua mesjid Al- Hidayah H.Darkun serta pembawa Acara ustaz sapei,” papar ustaz Darkun, spd, ketika diwawancarai langsung Mulyono, Pemimpin Redaksi lintas Jabar. 

Dilatarbelakangi Ramainya Di Media Trans 7, 2rb Santri Lakukan Istighosah Di Halaman Gedung DPRD Kuningan

 


Kuningan-LINTAS JABAR

Dalam rangka memperingati Hari Santri, sekitar 2.000 santri dari berbagai pesantren di penjuru Kuningan melakukan istigosah di halaman Kantor DPRD Kuningan, Senin, 20 Oktober 2025. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperingati Hari Santri dan menyampaikan aspirasi dengan cara yang damai

Koordinator lapangan Uus Syihabuddin, menjelaskan kegiatan ini mengusung konsep istighosah dan damai yang memang dilatar belakangi yang sedang ramai di media Trans7 tentang Pondok Pesantren.

“Kegiatan ini dalam rangka memperingati hari santri serta menyampaikan aspirasi sesuai dengan kondisi terkini yang ramai di media Trans7 tapi disampaikan dengan cara Istighosah dan damai,” ungkapnya, seperti dikutip dari Kuningan Mass

Uus menjelaskan meskipun jumlah santri yang hadir mencapai 2.000 orang, mereka sebenarnya telah menyiapkan santri sebangak 20.000 orang, namun tidak diizinkan karena situasi, kondisi dan tempatnya tidak memungkinkan.

“Santri yang hadir kira-kira sampai 2000 orang dari 12 pondok pesantren, dikarenakan memang tempatnya yang tidak memungkinkan sebenarnya kita sudah siapkan 20.000 orang tapi tidak diizinkan menyesuaikan dengan tempatnya,” tambahnya.

Uus menjelaskan meskipun jumlah santri yang hadir mencapai 2.000 orang, mereka sebenarnya telah menyiapkan santri sebangak 20.000 orang, namun tidak diizinkan karena situasi, kondisi dan tempatnya tidak memungkinkan.

“Santri yang hadir kira-kira sampai 2000 orang dari 12 pondok pesantren, dikarenakan memang tempatnya yang tidak memungkinkan sebenarnya kita sudah siapkan 20.000 orang tapi tidak diizinkan menyesuaikan dengan tempatnya,” tambahnya.

Kegiatan Istighosah ini diisi dengan doa bersama, agar para santri dan masyarakat Kuningan senantiasa diberikan keberkahan dan keselamatan. Selama istighosah suasana penuh khidmat kala mereka berkumpul dalam satu barisan, melantunkan doa dan orasinya.

Uus juga menekankan pentingnya menjaga harmoni dalam pemberitaan tentang pesantren. Ia menambahkan pemberitaan yang tepat dan akurat sangat penting untuk menjaga kondusifitas.

“Media yang di Kuningan untuk bisa menjaga bersama-sama kondusifitas kalau memang membuat berita tentang pesantren harus bisa mendalami supaya tidak terjadi pemberitaan yang tidak sesuai, pungkasnya. 

(Mulyono)

Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, Buka MUNAS Amtsilatik ke-XI

 

Wakil Bupati Kuningan Saat Buka Acara MUNAS

Kuningan - Lintas Jabar

Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani menghadiri sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Nasional (MUNAS) Amtsilatik ke-XI yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Ilmi, Desa Ciomas, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, pada minggu (19/10/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati didampingi oleh Asisten Daerah (Asda) I Setda Kabupaten Kuningan serta Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Hadir pula jajaran Forkopimcam Kecamatan Ciawigebang, pimpinan pondok pesantren, para ustaz, santri, serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan yang dihadiri oleh para santri, pengasuh pondok pesantren, dan perwakilan Amtsilatik dari berbagai daerah ini menjadi ajang silaturahmi serta forum strategis untuk memperkuat peran santri dalam dunia pendidikan dan dakwah berbasis pesantren.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ilmi mengucapkan terimakasih banyak atas kedatangan amih Tuti beserta rombongan dalam Musyawarah Nasional (MUNAS) Amtsilatik ke-XI. Koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Kuningan dengan pesantren diwilayah Kuningan sangatlah penting. Kami mengharapkan dukungan penuh Pemerintah Daerah dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar dan mendidik para santri. Insyaallah kami siap membentuk karakter santi-santri kami dan bisa membanggakan Kabupaten Kuningan.

Sementara itu Wakil Bupati Kuningan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran pengurus Amtsilatik dan Pondok Pesantren Nurul Ilmi atas terselenggaranya kegiatan berskala nasional tersebut. Ia berharap, melalui MUNAS ini, para peserta dapat memperkuat jaringan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperkokoh nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di lingkungan pesantren.

Kegiatan MUNAS Amtsilatik ke-XI ini diharapkan menjadi ajang penguatan organisasi, peningkatan kompetensi anggota, serta mempererat ukhuwah antar pesantren di seluruh Indonesia

(Mulyono)

Peringati Maulid Nabi, Warga Blok Wage Desa Manis Kidul Gelar Tablig Akbar

Para Tamu Undangan Yang Hadir Pada Acara Tablig Akbar (Photo : Mulyono)

Kuningan-Fakta Birokrasi

Warga Blok Wage, Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, menggelar Tablig Akbar dengan mengundang Ustad Nanang Kosim, Da’i Kondang dari Bandung. 

Acara tersebut digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Acara ini juga merupakan rangkaian dari beberapa kegiatan, antara lain Santunan bagi anak anak yatim, Salawatan ibu ibu yang diketuai oleh Ibu Eti, SPd. 

Selain itu ada juga kegiatan Marawis anak anak muda blok Wage, serta Marhaban oleh Tim Ustad Diding, Ustad H. Hiji, Ustad Udin, serta Trio CS.

Ketua MUI Desa Manis Kidul Ustad Apip hadir memberikan sambutan. Intinya, beliau mengajak seluruh yang hadir khususnya, kaum muslimin umumnya, agar menteladani akhlak Rasulullah SAW.

“Rasulullah adalah figur ahlaqul Karimah, sebagai satu satunya contoh hidup yang harus kita teladani,” katanya.

Adapun tokoh-tokoh undangan yang hadir diantaranya, ketua Mesjid Alhidayah H.Darkun spd, H. Nono sudana imam besar mesjid alhidayah, Ketua DPRD , Kuningan NuzulRahdi, SE, Ketua PDAM ARYAKEMUNiNG Tokoh tokoh Masyarakat lainnya. sedangkan Jemaah yang hadir lebih dari 1000 tamu undangan.

Dalam ceramahnya, Ustad Nanang Kosim, mebahas apa Arti 240 Taun milangkala, yaitu meladani ahlak Nabi Muhamad SAW. Melaksanakan sunah sunannya, dan menjadikan Alqiranul Karim sebagai pedoman hidup umat muslim.

Para jemaah begitu antusias mendengarkan ceramahnya. Terbukti sampai jam11.30 mereka tetap semangat.

(Mulyano)

 



 

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.