Hari Jadi ke-286 Sukamulya, Wabup Tuti Ajak Warga Jaga Kerukunan dan Gotong Royong


KUNINGAN – LINTAS

Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani mengajak masyarakat Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cigugur, untuk terus menjaga kerukunan, gotong royong, dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Wabup Tuti saat menghadiri puncak rangkaian peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) di Kelurahan Sukamulya, Jumat, 28 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Jalan Cileuleuy itu sekaligus memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Hari Jadi ke-528 Kuningan, dan Hari Jadi ke-286 Kelurahan Sukamulya.

Wabup Tuti hadir mewakili Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar yang berhalangan hadir karena tengah menjalankan agenda di luar kota. Dalam kesempatan tersebut, Tuti menyampaikan salam hormat dari Bupati sekaligus membacakan sambutan Bupati Kuningan.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-286 kepada seluruh masyarakat Kelurahan Sukamulya.

“286 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Di dalamnya terdapat sejarah panjang, perjuangan, pengabdian, serta keteladanan para pendahulu yang telah membangun Sukamulya hingga menjadi bagian penting dari Kabupaten Kuningan yang kita kenal hari ini,” ujar Tuti membacakan sambutan Bupati.

Menurutnya, momentum hari jadi tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan. Peringatan tersebut perlu menjadi kesempatan untuk mengingat sejarah, mensyukuri berbagai capaian, mengevaluasi kekurangan, sekaligus meneguhkan kembali semangat membangun Sukamulya.

Momentum tersebut juga dinilai semakin istimewa karena berlangsung beriringan dengan peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan.

Tuti mengatakan, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini merupakan hasil perjuangan dan persatuan para pendahulu. Karena itu, tugas generasi saat ini adalah mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata.

“Kalau dahulu para pahlawan berjuang mengangkat senjata, maka perjuangan kita hari ini adalah melawan kemiskinan, kebodohan, stunting, pengangguran, kerusakan lingkungan, serta berbagai persoalan sosial yang masih ada di tengah masyarakat,” katanya.

Semangat tersebut, lanjutnya, harus diwujudkan melalui lingkungan yang aman, masyarakat yang rukun, pendidikan yang baik, ekonomi warga yang semakin kuat, serta pelayanan pemerintah yang semakin dekat dan semakin baik.

Wabup Tuti menegaskan, pembangunan Kabupaten Kuningan melalui semangat Kuningan Melesat tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah daerah. Pembangunan harus tumbuh dari desa dan kelurahan, kecamatan, keluarga, hingga masyarakat.

“‘Kuningan Melesat’ tidak akan pernah terwujud hanya dari kantor pemerintahan. ‘Kuningan Melesat’ harus tumbuh dari desa dan kelurahan, dari kecamatan dan keluarga, dari masyarakat termasuk dari Kelurahan Sukamulya,” ucapnya.

Ia pun mengapresiasi kondisi sosial masyarakat Sukamulya yang dinilai memiliki semangat kegotongroyongan, keguyuban, dan kebersamaan yang kuat.

Tuti mengajak seluruh warga mempertahankan kondisi tersebut serta terus memperkuat silaturahmi dan toleransi.

“Jangan biarkan perbedaan menjadi sumber perpecahan; jadikan perbedaan sebagai kekuatan,” tuturnya.

Menurut Tuti, keberagaman yang ada di Sukamulya dan Kecamatan Cigugur merupakan modal sosial yang harus dijaga bersama. Ia berharap tidak ada pihak yang mampu memecah belah masyarakat yang selama ini telah hidup dalam suasana kebersamaan.

Ia juga berharap Kelurahan Sukamulya dapat terus menjadi lingkungan yang aman, bersih, sehat, religius, produktif, dan nyaman untuk ditinggali.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah turut memberikan apresiasi kepada Karang Taruna Caturangga, jajaran Kelurahan Sukamulya, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ibu-ibu, serta seluruh warga yang telah bergotong royong menyukseskan rangkaian kegiatan.

“Pembangunan bukan hanya tentang jalan, gedung, atau infrastruktur. Pembangunan juga tentang membangun rasa memiliki, kebersamaan, dan optimisme masyarakat terhadap masa depan,” kata Tuti.

Sebelumnya, rangkaian kegiatan PHBN Kelurahan Sukamulya telah berlangsung sejak 1 Agustus 2026 dan dijadwalkan berakhir pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Ketua panitia, Ahmad Agil, dalam laporan kegiatan menyampaikan, berbagai agenda telah digelar untuk memeriahkan rangkaian peringatan tersebut. Kegiatan di antaranya berupa perlombaan olahraga seperti bola voli, tenis meja, bulu tangkis, dan futsal.

Selain kegiatan olahraga, masyarakat juga mengikuti ziarah ke makam para leluhur Sukamulya serta lomba mewarnai yang digelar untuk anak-anak.

Puncak kegiatan pada Jumat, 28 Agustus 2026 menjadi pembuka agenda puncak yang kemudian dilanjutkan pada Sabtu, 29 Agustus 2026 dengan karnaval dan jalan santai.

Ketua panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga RT dan RW, para donatur, sponsor, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan penuh semangat kebersamaan.

kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, gotong royong, serta kecintaan masyarakat terhadap lingkungan dan daerahnya.

Ketua panitia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran panitia yang sejak awal Agustus telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.

Rangkaian acara puncak kemudian secara resmi dibuka melalui pemukulan gong sebanyak tiga kali


(Mulyono)

Tidak ada komentar:

 



 

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.