Results for Berita Kuningan

Een Suhartini Figur Kades Bersahaja Pilihan Warga

Kegiatan Warga Asih Ahad Bersih Desa Cengal 


Kuningan - Tabloid Fakta Birokasi

Namanya memang sudah tidak asing lagi. Bukan hanya dikenal dilingkungan warga Cengal saja, tapi juga dikalangan luar desa, bahkan sampai Bupati Kuningan pun sangat mengenal dekat dengannya.

Penampilannya bersahaja, murah senyum, sopan, dan yang terpenting punya wajah cantik, serta awet muda.

Ya.. Dialah Een Suhartini, Kepala Desa Cengal, Kecamatan Japara, Kabupatén Kuningan, Jawa Barat. Dia adalah salah satu Kepala Desa Perempuan, yang punya kemauan keras dan pemikiran yang jauh ke depan untuk memajukan desanya.

Suhartini bisa dibilang Kades yang punya inovasi tinggi. Dirinya menggalang banyak kegiatan positif di kalangan warga. 

Dia bukan seorang yang ambisius dan bukan pula seorang pejabat publik yang memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi. Baginya kesejahteraan masyarakat adalah yang utama.

Tak heran, jika semua program Bu Kuwu Suhartini pasti disambut antusias oleh warga. Salah satunya contohnya adalah kegiatan Warga Asih Ahad Bersih, sebuah kegiatan kebersihan yang rutin setiap minggu.

Seperti halnya hari ini, Ahad 20 Juli 2025 kegiatan Warga Asih Ahad Bersih dilaksanakan di komplek Astana Gede dan Gunung Karamat.

Meski Suhartini Seorang Kepala Desa, dia turun langsung bersama warga melakukan bersih bersih, bukan hanya asal perintah.

Ya.. demikian lah Een Suhartini, Kepala Desa yang dicintai warganya. Semoga dibawah pimpinan Een Suhartini Desa Cengal semakin tambah maju, dan warganya makin makmur.


(Abun)

Pemdes Cengal Kecamatan Japara, Kabupatén Kuningan Diduga Alami Krisis Kepercayaan, Kuwu dan Sekdes Kurang Harmonis

Gambar Hanyalah Ilustrasi 


Kuningan - Fakta Birokrasi


Pemerintah Desa Cengal saat ini diduga sedang alami krisis kepercayaan masyarakat. Bahkan hubungan antara Kuwu Suhartini dan Sekertaris Desa dikatakan tidak harmonis.

Hal ini terungkap setelah ramainya isyu PTSL, dimana ratusan warga yang daftar PTSL tahun 2021 sampai saat ini belum juga menerima sertifikat PTSL.

“Kasihan Ibu Kuwu, orangnya baik. Tapi seolah olah tidak dipungsikan. Semuanya seperti dikuasai oleh Pak Ulis,” kata salah seorang warga.

Warga tersebut mengatakan, terlihatnya Sekdes lebih berpengaruh dari Kepala Desa, salah satunya tampak pada pelantikan Kadus yang akan digelar tanggal 30 besok. Dimana yang akan dilantik nanti masih ada hubungan kekerabatan dengan Sekdes. Ironisnya, Kuwu yang juga mencalonkan Cucunya, malah seperti dijegal oleh Sekdes.

“Di sini bisa kita lihat pak Ulis lebih dominan pengaruhnya dibanding Bu Kuwu,” ungkapnya lagi.

Bukan hanya itu saja, Motor Inventaris Kuwu pun dikuasai oleh Sekdes. Padahal seharusnya setelah pelantikan Kepala Desa, Motor Inventaris harus diserahkan kepada Kepala Desa.

“Saya mendengar mengenai motor inventaris, pak Ulis tidak ada omong omongnya ke Bu Kuwu,” ungkapnya lagi.

Sementara itu, terkait motor inventaris, Sekertaris Desa Cengal, saat dikonfirmasi di kediamannya, mengatakan, tidak benar kalau dirinya menguasai motor inventaris tanpa komunikasi dengan Kepala Desa.

Menurutnya, ia telah meminta ijin kepada Kepala Desa, dan menawarkannya. Tetapi Kepala Desa memilih motor inventaris yang lama.

“Tidak benar kalau saya menguasai motor inventaris tanpa bicara dulu dengan Bu Kuwu,” ujarnya.


(Red)

Uu Kusmana, S.Sos, MSi, Satu satunya Figur Yang Tepat Jadi Sekda

 

Suhyanto, Ketua PKN


Kuningan - Fakta Birokrasi


Rumor Pembatalan hasil Open Biding tentunya menjadi pembicaraan yang hangat. Bukan hanya di kalangan pemerintahan saja, tetapi juga menjadi bahasan lingkungan media, LSM, bahkan masyarakat kelas menengah pun ramai membicarakan hal tersebut.

Pasalnya, keberadaan sekda definitif sangatlah penting. Sekda adalah pemegang jabatan dan pengelola administrasi tertinggi di daerah. Tentu saja keberadaan Sekda sangat dominan dan memiliki pengaruh penting dalam roda pemerintahan.

Karenanya, keberadaan Sekda harus satu alur dan sejalan dengan kebijakan Bupati sebagai penguasa pemerintah daerah. Sehingga roda pemerintahan di suatu daerah bisa berjalan sejarah dan bersinergi.

“Saya melihat dari program Dinas Pendidikan sudah selaras dengan Program Kinerja Bupati,” 

Demikian diungkapkan, Ketua Pengawas Keuangan Negara (PKN) Suhyanto, saat dikonfirmasi melalui telpon seluler, Sabtu 13 Pebruari 2025.

Menurut Suhyanto, satu satunya figur yang layak menduduki jabatan Sekda Kuningan, adalah UU Kusmana. Ada beberapa alasan sehingga dirinya menyebutkan hal tersebut.

Pertama, dia melihat UU sudah banyak pengalaman di pemerintahan. Kedua sudah terbukti Uu Kusmana punya inovasi dalam kinerjanya sehingga bisa meraih Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KLB).

“Dia punya pangkat tertinggi, selayaknya pegang jabatan tertinggi pula. Ya pokokya menurut asumsi saya hanya pa UU yang sangat layak,” katanya.

Keberhasilan Uu Kusmana, menurut Suhyanto, bisa dilihat dari survei Jamparing Source (JR) dimana Dimana Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kuningan mendapat tingkat kepuasan tertinggi dari masyarakat. Itu membuktikan bahwa Disdikbud dibawah kepemimpinan UU Kusmana sesuai dengan harapan masyarakat.

“Tingkat akurasi survei yang tinggi, sehingga tidak diragukan lagi. Ini bisa jadi landasan untuk menilai kinerja Uu secara akurat,” jelasnya.

(Abun)



Rayakan Idul Adha, IKA SPENSANGI Laksanakan Ibadah Qurban

Surya Berpose Bersama IKA SPENSANGI 


Kuningan - Fakta Birokrasi

Dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1446 H / 6 Juni 2025, SMPN 1 Lebakwangi rutin melaksanakan ibada qurban.

Menurut Kepala SMPN 1 Lebakwangi, Surya, SPd, MM, kegiatan ibadah Qurban kali ini adalah yang ketiga kalinya. Qurban khusus dilaksanakan IKA SPENSANGI (Ikatan Alumni SMPN Satu Lebakwangi)

Saat Penyembelihan Hewan Qurban 

“Alhamdulillah.. Qurban kali ini berarti yang ketiga kalinya. Ada empat ekor sapi yang kita potong sebagai daging kurban,” ungkap Surya.

Adapun daging hewan qurban kemudian disalurkan ke dua Kecamatan, yakni Kecamatan Lebakwangi dan Kecamatan Maleber.

“Ini sebuah wujud kepedulian dari teman teman alumni yang disebar ke taman teman alumni lain yang kebetulan kali ini nasibnya kurang beruntung dan lain sebagainya,” katanya lagi.

Surya berharap, kegiatan qurban ini semakin bertambah lagi, menjadi kegiatan rutin dan berlangsug terus ke depannya sampai kapanpun, sehingga menjadi sebuah kegiatan yang hebat.

“Qurban adalah program kerja yang rutin dilaksnakan tiap tahun,” jelasnya.


(Abun)

Kenaikan Tarif PAM Tirta Kamuning, Benarkah Solusi Penyelesaian Tunda Bayar? Ini Kata Iwan Sonjaya

Iwan Sonjaya


Kuningan - Fakta Birokrasi 


Kenaikan tarif PAM Tirta Kamuning, saat ini tengah hangat dibicarakan. Beberapa media masa secara serempak memberitakan hal tersebut. 

Terkait hal itu, Iwan Sonjaya, Pengamat Kebijakan Daerah, yang juga merupakan politisi senior di Kabupatén Kuningan, memberikan tanggapannya.

Iwan berasumsi bahwa kenaikan tarif PAM Tirta Kamuning merupakan salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Kuningan, yang dalam hal ini Bupati Kuningan, sebagai salah satu upaya untuk menyelesaikan tunda bayar.

“Dalam situasi keuangan daerah yang serba kesulitan seperti ini, memang perlu langkah berani dari Bupati Kuningan, pak Dr. Dian Rahmat Yanuar, MSi. Sebelum beliau merealisasikan program Kuningan melesatnya, beliau pasti menyelesaikan persoalan tunda bayar yang memang begitu rumit,” ungkap Iwan.

Iwan mengamati ada tiga strategi Bupati Kuningan dalam menyelesaikan tunda bayar. Yang pertama melakukan pendekatan vertikal, yang kedua melakukan pendekata horizontal termasuk mengoptimalkan Potensi Asli Daerah (PAD), serta yang terakhir pinjaman daerah.

Dalam melakukan pendekatan vertikal, lanjut Iwan, Bupati Kuningan akan berupaya seoptimal mungkin bagaimana caranya Pemerintah Kabupaten bisa menarik dana sebesar bersarnya ke daerah.

“Ini sudah beliau lakukan dengan melakukan pendekatan kepada Pemerintah pusat, mengunjungi beberapa kementrian dan sebagainya,” kata Iwan.

Adapun menganai langkah Bupati dalam melakukan pendekatan Horizontal, menurut Iwan, ialah melakukan kebijakan anggaran terhadap struktural, atau SOPD, yakni dengan denga penghematan anggaran, misalnya mengurangi anggaran anggaran kegiatan. Ya resiko nya mungkin beberapa SOPD akan kehilangan pagu anggaran. Namun dari sana Bupati akan bisa menyisihkan anggaran untuk menyelesaikan tunda bayar.

“Biasanya yang akan dikedepankan adalah anggaran anggaran kegiatan yang bersifat prioritas,” ujarnya.

Masih dalam pendekatan horizontal, lanjut Iwan, Bupati Kuningan juga akan berupaya mengoptimalkan PAD. 

“Nah di sini saya berasumsi, mungkin kenaikan tarif PAM itu dijadikan salah satu solusi untuk meningkatkan pendapatan atau retribusi,” tutur Iwan.

Namun yang jadi persoalan, mengoptimalkan PAD ini, bukan hanya soal retribusi saja. Tetapi sisi pelayanan juga tentunya harus ditingkatkan.

“Akan menjadi subuah persoalan baru, seandainya kenaikan tarif PAM tidak dibarengi dengan peningkatan pelayanan,” ujarnya.

Yang terakhir, kata Iwan, sebagai upaya Bupati untuk menyelesaikan tunda bayar, adalah dengan melakukan pinjaman daerah.

“Di sini yang akan jadi persoalan adalah soal aset yang akan dijaminkan,” katanya.

Nah, seandainya PAM Tirta Kamuning, bisa mengoptimalkan dari sisi managerialnya sehingga pendapatan bisa meningkat, tidak mustahil PAM sebagai perusahaan milik daerah bisa menjadi aset untuk dijadikan jaminan pinjaman daerah, dan hal tersebut adal sah sah saja.

(Didi Supriadi)

Benarkah Ada Aroma Tidak Sehat Pada Pemilihan Ketua PGRI Kuningan???

 

Gedung PGRI Kuningan

Kuningan - Fakta Birokrasi

Sarip Hidayat, salah seorang Kepala Sekolah yang juga anggota Tim Pemenangan Isran Fajar, mengatakan, dirinya mencium dugaan adanya kecurangan untuk memenangkan salah satu calon ketua PGRI Kuningan. Menurutnya, dugaannya tersebut bermula sejak Desember 2024 lalu. Ada rumor penggiringan untuk memenangkan salah satu calon

“Saya mendengar ada rumor penggiringan untuk memenangkan salah satu calon,” katanya.

Jika dilihat dari sisi Démokrasi, lanjut Sarip, jika apa yang dirumorkan tersebut benar, jelas berarti mencederai Démokrasi, yang seharusnya langsung, umum, bebas, dan rahasia.

“Ya kalau sudah ada penggiringan artinya sudah tidak ada lagi LUBER nya. Selain itu mungkin juga secara tidak langsung ada tekanan secara psikologis. Orang akan serba salah. Apalagi yang diduga terikat kepentingan,” paparnya.

Sarip juga membeberkan, bahwa dirinya juga mencium adanya dua skenario untuk memenangkan calon tersebut. Yang pertama dengan tidak hadirnya salah satu calon yang sedang berangkat ke tanah suci, ada kemungkinan sekerio pertama diarahkan kepada Aklamasi.

“Cuman yang jadi pertanyaan saya. Apakah tiap kecamatan sama? Kan enggak. Mungkin Kuningan Kecamatan yang paling banyak suaranya, karena jumlah rantingnya yang paling banyak,”

Dihitung dari berapa jumlah ranting, lanjutnya, satu rantingan berapa jumlah anggota. Sebanyak banyaknya satu ranting itu lima suara. 

“Cilimus aja ada sepuluh ranting,” katanya.

Nah, ketika digiring dengan dua per tiga suara ke aklamasi, kata Sarip, tentunya tidak bisa disamakan. Untuk Kuningan saja bisa saja sampe pada lima puluh suara. 

“Apakah mau disamakan dengan Cimahi sama sama tiga? Ya nggak bisa,” ujarnya 

Kalau mau digiring ke aklamasi, lanjutnya, mau tidak mau harus dihadirkan semua ranting. Ruhnya pilihan itu ranting. 

“Kenapa ranting dikebiri? Ada apa dibalik pengkebirian itu, ada sekenario apa?” Kata Sarip

Selanjutnya, tutur Sarip, lebih dikuatkannya dugaan kedua sekenario itu adalah info yang dia dapat tentang MoU, apa sih urgensi nya. Apalagi Sarip dengar ada dua kali, sebelum Desember dan setelah Desember. Kenapa harus diatas materai?

“Suara itu bukan di Ketua Cabang loh.. Ketua cabang hanya punya suara tiga. Ya Ranting dong,” katanya.

Saat ditanya, apakah benar MoU itu di atas materai? Sarip menjawab dengar dengar yang kedua sih iya. Kalau hal itu benar dan diangkat, pilihan bisa dinyatakan tidak sah. Karena dengan demikian indikasi ada intimidasi.

“Saya dengar dari dua rekan saya dari Darma tentang awal munculnya salah satu calon yang sedang jadi bahasan kita. Saat itu pada bulan Desember, judulnya sih touring. Saat itu dua rekan saya secara kebetulan tidak pake motor, mereka pake mobil, kumpulan di Pangandaran,” kisahnya.

Dalam kumpulan itu, yang pertama mencetuskan penggiringan untuk calon dimaksud, itu atasnama D dari Kadugede. Sarip mengaku tahu bahwa itu setingan.

“Sesama supir bis kota kan jangan saling mendahului,” ucapnya, sambil tertawa.

Lalu kemudian, kisah Sarip lagi, ada pertemuan lagi di Batu Raden. Menurutnya, kalau tidak salah sebelum puasa. Tapatnya, entah Perbarui entah Maret, yang jelas setelah di Pangandaran. Setelah itu gerilya.

“Terus kafasitasnya apa, Ketua Cabang nandatangan? Kan hak suara ada di ranting” Katanya.

Memang sih, kata Sarip, ada sebagaian kecil, misalnya harus di rata ratain per kecamatan ada tiga. Jika dikali 33 kan cuman seratus orang.

“Tapi kalau di Ranting, ranting saya saja ada suara empat. Belum perwakilan lainnya. Cilimus ada sepuluh ranting. Kalau dirata ratakan ada 30. Kalau saya pegang semua nggak ada masalah. Bahkan SMP kan lebih,” katanya.

Bersambung 


(Didi Supriadi)

Nasihin Farhan, Sosok Pengusaha Yang Peduli Kuningan

 

Nasihin Farhan Pengusaha Asli Kuningan

Kuningan - Fakta Birokrasi 

Dikalangan Birokrat dan Pengusaha nama sosok kita kali ini tampaknya sudah sangat dikenal. Kiprah nya dalam dunia usaha dan bantu ekonmi Kuningan tidak usah ditanya lagi.

Dialah Nasihin Farhan, seorang pengusaha, owner Percetakan FARHAN yang beralamat di Jl. RE. Martadinata No.103, Ciporang, Kec. Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat 45514.

Nasihin Farhan adalah warga asli Kuningan pemilik Percetakan ini menawarkan berbagai bentuk jasa seperti cetak baliho, booklet, pamflet, standup banner, print majalah, print dan jilid, cetak undangan, plakat, pin, name tag dan lainnya.

Percetakan ini juga menawarkan jasanya dengan harga terjangkau sehingga cocok untuk berbagai kegiatan seperti print kebutuhan kegiatan kampus, seminar, dan lainnya.

Bukan sekedar bisnis pribadi, Nasihin Farhan juga mengajak Instansi Pemerintah, Swasta, untuk lebih menggunakan jasa asli warga Kuningan seperti Percetakan buku, modul, dan lainnya sebagainya, sehingga untungnya lebih besar dan meningkatkan PAD.

Sebagai salah satu pengusaha Kuningan, Farhan bertekad akan terus mengawal berbagai program pemerintah, terutama dalam hal ini program Bupati Kuningan sehingga benar benar menjadi ‘Kuningan Melesat’

Mari dukung pengusaha seperti Farhan bersama sama ikut andil dalam membangun Kuningan.

(Abun/Hery Gunawan)




Dorong PADes, Pemdes Taraju Bangun Kios Désa

Kios Desa Taraju 


Kuningan - Fakta Birokrasi 


Dengan tujuan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) Pemerintah Desa Taraju Kecamatan Sindangagung, Kabupatén Kuningan, terus gencar melakukan pembangunan. Salah satunya adalah pembangunan kios desa yang berlokasi di blok Wage. 


Harapan pemerintah desa sendiri selain meningkatkan PADes juga meningkatkan perekonomian masyarakat.


Waslani, Kepala Desa Taraju, saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pembangunan kios desa merupakan salah satu terbosan pemerintah desa agar tidak ketergantungan pada Dana Desa.


“Mudah mudahan pembangunan Kios Désa menjadi Sumber Pendapatan baru bagi Désa sehingga tidak selalu bergantung pada Dana Desa,” ujarnya.


Menurutnya, Kios yang dibangunnya tersebut, nantinya akan disewakan kepada pedagang lokal untuk menjual produk mereka. 


"Kami berharap Kios Desa ini dapat menjadi tempat bagi pedagang lokal dan UMKM untuk menjual produk mereka dan meningkatkan perekonomian masyarakat," lanjutnya.


Hal Senada dikatakan oleh sekdes Darmedi didampingi kaur perencanaan, Didin, menurutnya, pembangun kios tersebut sebagai langkah pemerintah desa untuk pemberdayaan aset ( kios ) untuk mendongkrak pendapatan desa dalam menunjang pembangunan desa, " 


“Ya tujuannya mingkatkan kesehatan masyarakat,”

 katanya.


(Abun)

32 dari 51 Aduan Masyarakat Telah Selesai 17 Aduan lainnya Masih Dalam Proses

 

      32 dari 51 Aduan Masyarakat Telah Selesai 17                  Aduan lainnya Masih Dalam Proses



Kuningan - RIN

Rekapitulasi aduan masyarakat melalui Hotline WhatsApp No : 0813-8981-3999 Kuningan Melesat Periode 17–23 Maret 2025, Total menerima 51 aduan, sebanyak 32 telah selesai, 17 masih dalam proses, dan 4 dinyatakan tidak valid.


Demikian disampaikan Kepala Diskominfo Kuningan, Drs. Ucu Suryana, M.Si.


“Jenis aduan yang masuk didominasi laporan infrastruktur, khususnya yang ditangani oleh DPUTR dengan total 26 aduan. Dari jumlah tersebut, 7 aduan masih dalam proses, 17 telah selesai, dan 2 tidak valid. Selain itu, Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Kuningan (DISPERKIMTAN) menerima 1 aduan yang masih dalam proses,” sebutnya.


Selain itu, sektor pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DISDIKBUD) menerima 4 aduan, di mana 3 telah selesai dan 1 tidak valid. Sementara itu, untuk aduan terkait kesehatan, Dinas Kesehatan (DINKES) menerima 9 laporan dengan 7 masih dalam proses dan 2 telah selesai. RSUD 45 menerima 2 aduan yang masih dalam proses penyelesaian.


Menurut Ucu Suryana, layanan ASN juga menjadi perhatian dengan adanya aduan yang diterima oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta dua kecamatan, yakni Kecamatan Pancalang dan Kecamatan Mandirancan. Masing-masing menerima 1 aduan yang seluruhnya telah selesai ditangani.


“Sementara itu, Dinas Perhubungan (DISHUB) menerima 7 aduan terkait penerangan jalan umum, yang seluruhnya telah terselesaikan,” katanya.


Ucu Suryana, kembali menyampaikan, bahwa masyarakat dapat melaporkan aduan melalui WhatsApp No : 0813-8981-3999 Lapor Kuningan Melesat dengan jaminan kerahasiaan identitas pelapor.


Ia menyebutkan, jenis aduan yang dapat dilaporkan, meliputi aduan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, layanan ASN, dan penerangan jalan umum. Setiap laporan akan melalui proses verifikasi, klasifikasi, serta penyampaian kepada OPD terkait untuk segera ditindaklanjuti.


Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, mengatakan Layanan Lapor Kuningan Melesat, bertujuan untuk mempercepat respons pemerintah terhadap permasalahan publik. Menurutnya, laporan aduan merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.


Setiap ada aduan, Bupati Dian menegaskan agar segera menindaklanjuti, jangan sampai mengabaikannya. “Terima kasih bagi Perangkat Daerah yang sudah menyelesaikan aduan. Tetap semangat ditengah keterbatasan dalam memberikan layanan yang terbaik untuk masyarakat,” ucapnya. 


(Dindin/Wawan)



 



 

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.