Penulis Mulyono
KUNINGAN — Lintas Nasional
Suasana kebersamaan dan gotong royong terasa dalam kegiatan Mauludan dan Babarit yang digelar warga RT 17/RW 04, Pon Cantilan. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Di tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang, tradisi Mauludan dan Babarit tetap dipertahankan sebagai bagian dari kebersamaan warga. Semangat yang dibangun pun sederhana, namun memiliki makna kuat: dengan kebersamaan dan gotong royong, berbagai persoalan di tengah masyarakat diharapkan dapat dihadapi bersama.
Ketua RT 17, Susi, menyampaikan rasa syukurnya karena warga selama ini dapat menjaga kebersamaan, kekompakan, serta terus terlibat dalam berbagai kegiatan yang membawa kebaikan bagi lingkungan.
“Alhamdulillah, warga kami selalu menjaga kebersamaan dan kekompakan dalam kebaikan. Berbagai kegiatan dapat terjalin dan berjalan dengan lancar serta sukses,” ungkap Susi.
Rangkaian kegiatan Mauludan dan Babarit tersebut diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kesra Sutono.
Acara kemudian dilanjutkan dengan Hadoroh yang dipimpin Ustaz Abdul, serta Asrokolan yang dipimpin oleh Ketua RT Susi bersama tim khosidah ibu-ibu Pon Cantilan. Setelah itu, kegiatan diisi dengan tausiah oleh Ustaz Abdul, yang kemudian ditutup dengan doa.
Dalam tausiahnya, Ustaz Abdul mengajak masyarakat untuk menjadikan kehidupan Nabi Muhammad SAW sebagai suri teladan, khususnya dalam membangun akhlak yang baik dan menjaga hubungan sesama umat.
Ia juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya sedekah sebagai salah satu bentuk kepedulian dan amal kebaikan.
“Sedekah itu akan menghilangkan bencana dan membawa kebaikan serta kebersihan bagi kita semua. Kelak di akhirat, bumi pun akan menjadi saksi bagi kita yang telah membantu atau bersedekah,” papar Ustaz Abdul dalam tausiahnya.
Menurutnya, sekecil apa pun sedekah yang diberikan dengan keikhlasan tetap memiliki nilai dan akan diperhitungkan oleh Allah SWT. Karena itu, masyarakat diajak untuk terus istiqamah dalam menjalankan kegiatan keagamaan sekaligus menjaga akhlak yang baik terhadap sesama.
“Sekecil apa pun sedekah kita akan diperhitungkan oleh Allah SWT. Mari kita tetap istiqamah melaksanakan Mauludan dan Babarit serta menjaga akhlak yang baik sesama umat,” tuturnya.
Lebih dari sekadar kegiatan keagamaan, Mauludan dan Babarit di Pon Cantilan juga menjadi ruang untuk memperkuat gotong royong dan kekompakan masyarakat. Nilai tersebut diharapkan tidak hanya dirasakan oleh warga saat ini, tetapi juga diwariskan kepada generasi berikutnya.
Masyarakat RT 17/RW 04 Pon Cantilan pun diharapkan terus menjaga tradisi kebersamaan tersebut agar anak cucu mereka kelak tetap mengenal pentingnya hidup rukun, saling membantu, dan bergotong royong.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Manis Kidul berhalangan hadir karena memiliki keperluan lain. Kehadirannya diwakili oleh perangkat desa, yakni Kaur Keuangan Bapak Bakja, Bapak Toto, serta Kepala Dusun Pon Cantilan.
Kegiatan Mauludan dan Babarit akhirnya berlangsung dengan lancar dan penuh kebersamaan. Bagi warga, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan, melainkan menjadi pengingat bahwa menjaga persaudaraan, berbagi dengan sesama, dan bergotong royong merupakan nilai yang perlu terus dirawat dari generasi ke generasi.




Tidak ada komentar: