Kuningan - Lintas
Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mempersiapkan sebanyak 150 desa untuk mengikuti program budidaya ikan tematik yang merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2026.
Kepala Diskanak Kuningan A. Taufik Rohman menyampaikan bahwa persiapan pelaksanaan program terus dimatangkan melalui koordinasi bersama pemerintah kecamatan, kepala UPTD Kannak, serta penyuluh perikanan.
“Kesiapan program ini membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, penyuluh perikanan hingga masyarakat penerima manfaat,” kata Taufik di Kuningan, Rabu.
Ia menjelaskan, koordinasi tersebut dilakukan untuk menyatukan pemahaman mengenai kebijakan, mekanisme pelaksanaan, hingga pola pendampingan program di lapangan.
Menurut Taufik, alokasi program untuk 150 desa tersebut menjadi peluang bagi Kabupaten Kuningan untuk memperluas pengembangan sektor perikanan budidaya sekaligus mendorong peningkatan produktivitas masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah kecamatan akan memberikan dukungan terhadap program di wilayah masing-masing. Sementara itu, penyuluh perikanan akan menjalankan fungsi pendampingan kepada masyarakat yang menjadi penerima manfaat.
“Koordinasi yang intensif diperlukan agar setiap tahapan program dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Taufik menambahkan bahwa program budidaya ikan tematik tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan produksi ikan. Program itu juga diharapkan dapat menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.
Ia menilai sektor perikanan budidaya berpotensi menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat apabila dikembangkan secara konsisten serta didukung dengan pendampingan yang memadai.
“Program ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap penguatan ketahanan pangan melalui peningkatan produksi perikanan budidaya,” katanya.
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai rencana, Diskanak Kuningan akan melakukan pendampingan, koordinasi, serta evaluasi secara berkelanjutan pada 150 titik lokasi yang telah disiapkan.
Taufik optimistis sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, penyuluh, dan masyarakat dapat membuat program tersebut memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi penerima manfaat.
“Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, program ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan sektor perikanan budidaya di Kuningan,” katanya.
Program Budidaya Ikan Tematik di Kabupaten Kuningan sendiri merupakan program nasional dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus memenuhi suplai protein.
Program tersebut bertujuan menjadikan desa sebagai lumbung protein mandiri dan membantu menyuplai kebutuhan ikan untuk berbagai program, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam penerapannya, teknologi budidaya yang digunakan meliputi sistem bioflok dan Mini RAS (Recirculating Aquaculture System). Kedua teknologi tersebut dinilai ramah lingkungan serta mampu menghemat penggunaan lahan.
Teknologi bioflok dan Mini RAS tersebut akan diterapkan untuk budidaya ikan lele dan nila. Kedua jenis ikan itu sebagian di antaranya sudah menjadi komoditas yang dibudidayakan oleh masyarakat setempat.
(Mulyono)




Tidak ada komentar: