Oleh Mulyono, Pemred Lintas Nasional
KUNINGAN — LINTAS
Usia boleh tua, tetapi semangat tak boleh ikut menua.
Kalimat itu terasa nyata di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan. Memasuki usia 241 tahun, desa ini tidak memilih kemewahan sebagai wajah perayaan. Justru dalam kesederhanaan, masyarakat menunjukkan sesuatu yang jauh lebih mahal: kebersamaan dan gotong royong.
Sabtu, 5 September 2026, suasana Desa Manis Kidul terasa berbeda. Warga berkumpul, bersilaturahmi dan mengikuti rangkaian kegiatan peringatan HUT Desa Manis Kidul ke-241 yang dikemas sederhana, namun berlangsung meriah dan penuh kekhidmatan.
Bukan hanya warga yang hadir. Sejumlah unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat ikut menyatu dalam momentum tersebut.
Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kuningan Rangga Apriatna, S.STP. Hadir pula Camat Jalaksana, jajaran Polsek Jalaksana, perwakilan Ketua DPRD Kuningan Bunda Endah, Ketua BPD Manis Kidul Drs. Daud Ismail, serta jajaran perangkat desa.
Tokoh masyarakat seperti Engkus Kusnadi, H. Sudrajat dan Mulyono dari Media Lintas Nasional juga turut hadir bersama masyarakat.
Namun, inti perayaan hari itu bukanlah siapa yang datang. Melainkan apa yang dirayakan bersama.
241 Tahun, Dibangun dengan Kebersamaan
Rangkaian acara diawali dengan hadoroh yang dipimpin Ketua MUI Manis Kidul.
Setelah itu, Kepala Desa Manis Kidul HM. Sadiman menyampaikan sambutan. Ia tidak sekadar berbicara tentang usia desa, tetapi menyinggung kekuatan yang selama ini menjadi modal utama pembangunan: masyarakat.
Menurutnya, kemajuan pembangunan desa tidak mungkin berjalan hanya dengan mengandalkan pemerintah desa.
Ada masyarakat yang ikut bergerak. Ada gotong royong yang terus hidup. Ada kerja sama yang membuat berbagai program dapat berjalan dan memberikan hasil nyata.
“Kami pun tidak berarti apa-apa tanpa terjalinnya kerja sama masyarakat dan gotong royong di segala bidang. Semua berjalan lancar, maju dan terwujud nyata,” ujar HM. Sadiman.
Pernyataan itu menjadi pesan penting di tengah perayaan HUT ke-241. Sebab, membangun desa bukan pekerjaan sehari dua hari.
Desa dibangun dari kebersamaan yang dikumpulkan sedikit demi sedikit, lalu menjadi kekuatan besar.Dan Manis Kidul ingin menunjukkan bahwa kekuatan itu masih ada.
Dari Pembangunan Desa, Berlanjut pada Keteladanan Nabi
Perayaan HUT desa kemudian berpadu dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Suasana berubah semakin khidmat ketika ibu-ibu Majelis Taklim Al Hidayah tampil dalam asrokolan. Kegiatan tersebut dipimpin Ibu Encum dan Ibu Imun bersama ibu-ibu perangkat Desa Manis Kidul.
Lantunan shalawat dan puji-pujian menggema, menghadirkan nuansa religius di tengah perayaan hari jadi desa.
Momentum itu seolah mengingatkan bahwa pembangunan tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan program, tetapi juga membutuhkan nilai, kebersamaan dan kepedulian sosial.
Acara akhirnya ditutup dengan doa yang dipimpin Imam Besar Masjid Al Hidayah, H. Ustaz Nono Sudana.
“Manis Kidul Maju, Kuningan Melesat”
Dalam sambutan Bupati Kuningan yang disampaikan Kepala DPMD Kabupaten Kuningan Rangga Apriatna, S.STP., terselip pesan yang menjadi penyemangat bagi masyarakat.
“Manis Kidul Maju, Kuningan Melesat.”
Bukan sekadar slogan.
Kalimat itu menjadi harapan agar kemajuan Desa Manis Kidul dapat terus berjalan seiring dengan kemajuan Kabupaten Kuningan.
Usia 241 tahun akhirnya bukan sekadar angka yang diperingati setiap tahun.
Ia adalah catatan panjang tentang bagaimana sebuah desa bertahan, berkembang dan terus berusaha menata masa depannya.
Dan di tengah dunia yang semakin modern, Manis Kidul masih menyimpan satu kekuatan yang tidak boleh hilang: gotong royong.
Karena desa yang kuat bukan hanya desa yang memiliki pembangunan yang terlihat.
Desa yang kuat adalah desa yang masyarakatnya masih mau berdiri bersama ketika membangun, bergandengan tangan ketika menghadapi persoalan, dan duduk bersama ketika merayakan keberhasilan.
Itulah wajah Manis Kidul di usia ke-241. Sederhana dalam perayaan, tetapi besar dalam kebersamaan.
Manis Kidul Maju. Kuningan Melesat.




Tidak ada komentar: